Gerbang logika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean
yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal
keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara
elektronis menggunakan diode atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay), cairan, optik dan bahkan mekanik.Gerbang elektronika
Untuk membangun sistem logika yang berfungsi secara penuh, relay, tabung hampa, atau transistor dapat digunakan. Contoh gerbang logika yaitu logika resistor-transistor (resistor-transistor logic / RTL), logika diode–transistor (diode-transistor logic / DTL), logika transistor-transistor (transistor-transistor logic / TTL), dan logika complementary metal–oxide–semiconductor (CMOS).Jenis-jenis gerbang logika
| Nama | Fungsi | Lambang dalam rangkaian | Tabel kebenaran | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| IEC 60617-12 | US-Norm | DIN 40700 (sebelum 1976) | ||||||||||||||||||
| Gerbang-AND (AND) |
|
|||||||||||||||||||
| Gerbang-OR (OR) |
|
|||||||||||||||||||
| Gerbang-NOT (NOT, Gerbang-komplemen, Pembalik(Inverter)) |
\
|
|||||||||||||||||||
| Gerbang-NAND (Not-AND) |
|
|||||||||||||||||||
| Gerbang-NOR (Not-OR) |
|
|||||||||||||||||||
| Gerbang-XOR (Antivalen, Exclusive-OR) |
atau |
|
||||||||||||||||||
| Gerbang-XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR) |
atau |
| ||||||||||||||||||
Konsep Dasar Elektronika
Konsep Dasar Elektronika
Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu / teknik elektronika dan instrumentasi.
Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini biasanya disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan/ piranti elektronik ini: Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll.
Seperti disebutkan di atas elektronika didasarkan pada pengetahuan tentang kelistrikan. Listrik, dapat diartikan sebagai berikut:
• Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
• Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Hukum Coulomb adalah hukum yang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah keduanya. Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan "C". Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau muatan. Contohnya, "Q=0,5 C" berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb".
Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten, cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam). Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka akan dilepaskan panas.
Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya.
Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
Atau
di mana V adalah tegangan dan I adalah arus.
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.
Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya.
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
Elektronika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Alat-alat yang menggunakan dasar kerja elektronika ini disebut sebagai peralatan elektronik (electronic devices). Contoh peralatan (piranti) elektronik ini: Tabung Sinar Katode (Cathode Ray Tube, CRT), radio, TV, perekam kaset, perekam kaset video (VCR), perekam VCD, perekam DVD, kamera video, kamera digital, komputer pribadi desk-top, komputer Laptop, PDA (komputer saku), robot, smart card, dll.
Rangkaian Elektronika Dasar
Rangkaian elektronika dasar ini dapat diartikan sebagai rangkaian dari elektronka yang basic-nya dari teori dasar elektronika atau yang kita kenal sebagai dasar-dasar ilmu elektronika. Karena itulah maka semua rangkaian yang dibentuk nantinya adalah rangkaian yang masih sederhana. Hal ini juga menyebabnkan para pemula yang hendak mulai untuk mempelajarinya hingga bisa memahami ataupun memberikan analisa juga membentuk rancangan rangkaian sendiri, haruslah terlebih dahulu belajar tentang rangkaian-rangkaian dasar ini.Rangkaian ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian-rangkain elektronika. Dimana rangkaian-rangkaian elektronika merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari maupun bagi industri dan komputerisasi serta bagi kemajuan teknologi. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan tekonologi kita sekarang sangat didukung oleh bidang ilmu elektronika. Demikian pula dengan ilmu rangkaian elektronika dasar yang juga bagian dalam disiplin ilmu tersebut.
Untuk membuat suatu rangkaian sederhana sebenarnya sangatlah mudah. Dari segi biaya, waktu dan tenagapun sangatlah kecil bila kita dapat memahaminya dengan baik. Kita bisa melihat sekarang banyak rekan-rekan kita yang membuat suatu rangkaian yang hemat dari segala aspek yang biasanya menjadi hambatan seseorang membuat rangkaian ini. Rangkaian-rangkian yang demikian biasanya kita namakan sebagai rangkaian elektronika sederhana, atau biasa disebut dengan rangkaian sederhana. Disebut demikian karena memang dibuat dengan sesederhana mungkin, sehingga para pemula pun dengan mudah dapat membentuknya sendiri tanpa harus belajar langsung dengan seseorang.
Hanya cukup dengan mencontoh apa yang telah dikerjakan, maka kita akan dengan mudah mengetahui bagaiamana rangkain itu dibuat dan bagaimana pula cara kerjanya. Walaupun dianamakan rangkaian sederhana, tidak berarti fungsinya biasa-biasa saja. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh rangkian ini. Misalnya saja kita bisa membuat saklar otomatis pompa air, alat pengusir nyamuk, penidur elektronik, detektor hujan, dan lain-lain. Pokoknya rangkaian sederhana ini tidak bisa dianggap remeh bila dimanfaatkan dengan banyak tujuan. Nah karena begitu mudahnya dan hematnya membuat rangkaian ini plus ditambah nilai fungsinya yang tidak bisa dianggap remeh, tentu sangatlah layak ilmu membuat rangkaian ini kita pelajari. So, ikuti artikel selanjutnya ya tentang membuat rangkaian elektronika dasar.
Artikel Elektronika Terkait:
Sistem bilangan biner
Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte.
20=1
21=2
22=4
23=8
24=16
25=32
26=64
dst
Perhitungan
| Desimal | Biner (8 bit ) |
|---|---|
| 0 | 0000 0000 |
| 1 | 0000 0001 |
| 2 | 0000 0010 |
| 3 | 0000 0011 |
| 4 | 0000 0100 |
| 5 | 0000 0101 |
| 6 | 0000 0110 |
| 7 | 0000 0111 |
| 8 | 0000 1000 |
| 9 | 0000 1001 |
| 10 | 0000 1010 |
| 11 | 0000 1011 |
| 12 | 0000 1100 |
| 13 | 0000 1101 |
| 14 | 0000 1110 |
| 15 | 0000 1111 |
| 16 | 0001 0000 |
contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner
desimal = 10.
berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23), selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). sehingga dapat dijabarkan seperti berikut
10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20).
dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010
dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner), 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner), 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner), 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (1 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis, sehingga bilangan biner dari 10 = 1010
atau dengan cara yang singkat
10:2=5(0),
5:2=2(1),
2:2=1(0),
1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010
tugas sudah diperiksa
ReplyDelete